18 Jemaah Tertunda, Gelombang Pertama Haji Riau Tetap Tuntas: 4.422 Orang Tiba di Madinah

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:20:52 WIB
Jama'ah haji dari berbagai negara saat ini tengah berkumpul di Madinah bersiap menuju ke Makkah.

PEKANBARU — Di balik tuntasnya pemberangkatan jemaah haji Riau gelombang pertama, terdapat cerita belasan jemaah yang harus tertunda berangkat. Totalnya mencapai 18 orang, dengan berbagai alasan mulai dari sakit, pendamping, hingga kondisi khusus seperti hamil dan wafat di daerah.

Meski begitu, proses pemberangkatan tetap berjalan hingga selesai. Sebanyak 4.422 jemaah dan petugas haji asal Riau akhirnya berhasil diberangkatkan ke Tanah Suci dan tiba di Madinah dalam gelombang pertama tahun 2026. 

Penutupan gelombang pertama ditandai dengan keberangkatan Kloter BTH 12 dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah, Selasa (5/5/2026). Kloter terakhir ini membawa 434 jemaah dan petugas.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Riau, Defizon, menyebut seluruh rangkaian pemberangkatan berjalan sesuai rencana meskipun ada sejumlah kendala di lapangan.

“Hari ini genap 10 kloter jemaah haji asal Riau yang tergabung dalam gelombang pertama telah diberangkatkan ke Arab Saudi,” ujarnya.

Dari total yang diberangkatkan, terdiri dari 4.357 jemaah haji, 20 Petugas Haji Daerah (PHD), 5 pembimbing KBIHU, dan 40 petugas kloter.

Namun, tidak semua jemaah bisa berangkat sesuai jadwal. Data mencatat, 10 orang masih dirawat di Batam dan didampingi 8 orang pendamping. Selain itu, 5 jemaah harus kembali ke daerah karena sakit, 2 orang sakit di daerah, 1 orang dalam kondisi hamil saat masuk embarkasi, serta 1 orang dilaporkan wafat.

Pada kloter terakhir sendiri, satu jemaah asal Rokan Hulu batal berangkat, sementara tiga jemaah lainnya masih menjalani perawatan di Batam.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan penyesuaian atau mutasi jemaah dari kloter sebelumnya untuk memastikan kuota tetap terisi.

Defizon mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga dokumen penting selama di Tanah Suci, khususnya Kartu Nusuk yang menjadi identitas utama.

“Kartu Nusuk ini wajib dibawa. Ini menjadi akses utama untuk masuk ke Makkah, Madinah, Masjidil Haram hingga lokasi ibadah lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kartu tersebut memuat data lengkap jemaah mulai dari identitas hingga informasi kesehatan. Tanpa kartu itu, jemaah tidak bisa mengakses berbagai fasilitas penting, termasuk di kawasan Armuzna.

Dengan tuntasnya gelombang pertama ini, perhatian kini beralih pada kesiapan jemaah menjalani rangkaian ibadah haji di Arab Saudi, sekaligus menanti pemberangkatan gelombang berikutnya. (***)

Terkini