Gagah dan Montok, Inilah Sapi Kurban Bantuan Presiden untuk Warga Pekanbaru, Bobotnya Hampir Satu Ton

Kamis, 23 April 2026 | 20:16:17 WIB
Sapi jenis Simental milik peternak di Umban Sari, Rumbai Pekanbaru.

PEKANBARU - Tubuhnya besar dan kekar, dengan warna cokelat kemerahan berpadu putih di beberapa bagian. Posturnya tegap, dengan otot-otot yang tampak padat, menandakan kondisi fisik yang prima. 

Sapi jenis Simental ini tak hanya mencuri perhatian karena ukurannya, tetapi juga karena bobotnya yang mencapai 907 kilogram—menjadikannya salah satu hewan kurban dengan ukuran istimewa di Kota Pekanbaru tahun ini.

Di balik tampilannya yang gagah, sapi tersebut kini tengah melalui serangkaian pemeriksaan ketat. Hewan ini merupakan calon sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia untuk masyarakat Kota Pekanbaru pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau bersama Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru turun langsung melakukan peninjauan di lokasi peternakan di kawasan Umban Sari, Rumbai. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting sebelum sapi tersebut resmi disalurkan.

Selain pengecekan fisik, tim juga mengambil sampel untuk diuji di laboratorium. Proses ini dilakukan oleh UPT Laboratorium Veteriner dan Kesehatan Hewan (LVKH) DPKH Riau guna memastikan sapi benar-benar dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit.

Kepala DPKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menegaskan bahwa proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh ada celah.

“Peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan sapi dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban bantuan Presiden,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, setiap tahapan dilakukan dengan standar ketat, mulai dari pemeriksaan fisik hingga uji laboratorium, agar kualitas hewan tetap terjaga hingga hari penyembelihan.

Melalui langkah ini, pemerintah ingin memastikan bantuan sapi kurban dari Presiden benar-benar layak dan aman dikonsumsi masyarakat. Tak hanya sekadar bantuan, kualitas hewan juga menjadi perhatian utama agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

“Kami ingin memastikan hewan yang diserahkan nanti benar-benar aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini juga bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas hewan kurban,” tutupnya.***/(Dil)

Terkini