MALAYSIA — Mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN) Riau, Nabilah Angielara, tampil dalam forum ilmiah internasional 7th Jogjakarta Communication Conference yang berlangsung pada 15–17 April 2026 di Eastin Penang Hotel, Penang, Malaysia.
Dalam konferensi tersebut, Nabilah bersama tim mempresentasikan paper berjudul “Public Opinion Toward Viral YouTube Content: Machine Learning–Based Sentiment Analysis of Comments on the MrBeast Channel”. Penelitian ini mengangkat bagaimana opini publik terhadap konten viral di YouTube dapat dianalisis secara sistematis menggunakan pendekatan machine learning.
Studi ini berangkat dari fenomena meningkatnya peran media sosial sebagai ruang pembentukan opini publik di era digital. Platform seperti YouTube tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang diskursus publik, di mana audiens secara aktif mengekspresikan persepsi dan respons melalui komentar digital
Dalam penelitiannya, Nabilah memanfaatkan dataset komentar YouTube dari kanal MrBeast yang diperoleh melalui platform Kaggle.
Data tersebut kemudian diolah menggunakan teknik text preprocessing dan metode Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF), sebelum diklasifikasikan menggunakan algoritma machine learning ke dalam tiga kategori sentimen: positif, netral, dan negative
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,09% komentar bersifat positif, 35,50% netral, dan hanya 1,41% negatif, yang mengindikasikan bahwa mayoritas audiens memberikan respons yang sangat baik terhadap konten viral di kanal tersebut.
Selain itu, model yang digunakan dalam penelitian ini juga menunjukkan tingkat akurasi tinggi, mencapai sekitar 96 persen.
Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan machine learning dapat menjadi metode yang efektif dalam menganalisis opini publik dalam skala besar, sekaligus memperkuat tren riset komunikasi berbasis data (data-driven communication research).
“Pendekatan komputasional seperti machine learning memungkinkan peneliti komunikasi memahami dinamika opini publik secara lebih cepat, objektif, dan sistematis, terutama di era big data,” ungkap
Nabilah dalam presentasinya.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa konten viral dengan karakteristik hiburan, kejutan, dan nilai sosial tinggi cenderung menghasilkan respons positif dari audiens, sekaligus membangun keterlibatan (engagement) yang kuat antara kreator dan pengguna.
Dalam welcome speech, General Chair 7th Jogjakarta Communication Conference, Filosa Gita Sukmono, menyampaikan bahwa konferensi internasional ini diikuti oleh ratusan akademisi dan peneliti dari berbagai negara.
Tercatat sebanyak 189 paper dipresentasikan, terdiri dari 41 paper secara offline dan 148 paper secara online, yang menunjukkan tingginya antusiasme komunitas akademik global terhadap isu-isu komunikasi kontemporer.
Partisipasi Nabilah Angielara dalam forum internasional ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari UIN Suska Riau, mampu berkontribusi dalam pengembangan riset komunikasi berbasis teknologi di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi generasi muda akademisi dalam menghadapi era transformasi digital. (***)