Hari Raya Enam di Kampar Meriah, Warga Tanjung Alai Tumpah Ruah Ikuti Haul hingga Panjat Pinang

Ahad, 29 Maret 2026 | 22:58:30 WIB
Tradisi Hari Raya Enam atau yang dikenal masyarakat Kampar sebagai Aghi Ayo Onam kembali berlangsung meriah di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

KAMPAR – Tradisi Hari Raya Enam atau yang dikenal masyarakat Kampar sebagai Aghi Ayo Onam kembali berlangsung meriah di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Perayaan yang digelar setiap 8 Syawal ini menjadi momen yang paling dinantikan masyarakat setelah Idulfitri.

Di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, puncak perayaan digelar pada 9 Syawal 1447 Hijriah atau bertepatan dengan Minggu (29/3/2026). Sejak pagi hari, suasana desa sudah dipadati warga yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan adat dan keagamaan.

Perayaan tahun ini juga dirangkaikan dengan Haul Syekh H. Abdurrahman. Kegiatan diawali sejak Salat Subuh, di mana masyarakat berbondong-bondong mendatangi makam ulama tersebut yang berada di area Musala Syekh H. Abdurrahman bin Paduko Lakmano untuk membaca Yasin dan doa bersama.

Usai dari makam, rangkaian acara dilanjutkan di musala dengan kegiatan adat. Masyarakat kemudian melakukan arak-arakan menuju Balai Adat Tanjung Alai yang berjarak sekitar satu kilometer dengan berjalan kaki.

Setibanya di balai adat, warga disambut oleh pimpinan desa dan para pucuk adat. Tradisi bersalaman dengan para datuk dan tokoh agama menjadi momen penting sebagai simbol penghormatan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Kemeriahan semakin terasa saat digelar panjat batang pinang yang diikuti anak kemenakan dari masing-masing suku. Batang pinang yang dipenuhi berbagai hadiah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir.

Salah seorang pemuda setempat, Afi, mengaku tradisi ini selalu dinantikan setiap tahunnya, bahkan melebihi perayaan Idulfitri.

“Bagi kami masyarakat Kampar, yang paling ditunggu itu bukan hari Idul Fitri, tapi justru Hari Raya Enam ini,” ujarnya.

Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan identitas masyarakat Kampar yang tetap lestari dari generasi ke generasi. (***)

Terkini