PEKANBARU – Program mudik gratis Balek Besamo 2026 yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Riau kembali dibuka bagi mahasiswa Riau yang sedang menempuh pendidikan di Pulau Jawa. Untuk memastikan program ini tepat sasaran, Ikatan Pelajar Riau (IPR) Yogyakarta menetapkan sejumlah kriteria prioritas bagi calon peserta.
Ketua IPR Yogyakarta, Rafsan Jzani, mengatakan panitia telah menyepakati tiga syarat utama dalam proses seleksi peserta. Kriteria ini disusun agar kuota mudik gratis benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswa yang membutuhkan.
“Prioritas pertama diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu. Kedua bagi mahasiswa berprestasi yang mengharumkan nama Riau di Jogja, Solo, dan Malang. Ketiga bagi mahasiswa yang memiliki kontribusi besar terhadap organisasi daerah di perantauan,” kata Rafsan, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, penetapan syarat prioritas tersebut juga bertujuan menghindari potensi kericuhan saat pendaftaran. Pasalnya, jumlah mahasiswa yang ingin mengikuti program Balek Besamo jauh lebih banyak dibandingkan kuota yang tersedia.
“Persyaratan ini dibuat agar tidak terjadi kekacauan saat pendaftaran. Setelah memenuhi syarat prioritas, peserta juga harus menunjukkan KTP asal Riau dan KTM dari kampus di Jogja, Solo, atau Malang,” jelasnya.
Selain menetapkan kriteria peserta, panitia juga mengatur distribusi kursi agar perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah di Riau mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengikuti program mudik tersebut.
Rafsan menyebutkan, dari total kuota yang tersedia, sebagian besar diperuntukkan bagi mahasiswa yang berada di Yogyakarta. Hal ini karena Yogyakarta menjadi salah satu pusat pendidikan dengan jumlah mahasiswa Riau yang cukup besar.
“Karena Jogja ini merupakan provinsi, kami sepakat membagi lagi untuk perwakilan daerah di Riau. Misalnya Kota Pekanbaru mendapat 5 kursi, Kabupaten Siak 5 kursi, dan begitu seterusnya hingga totalnya mencapai 60 kursi,” terangnya.
Sementara itu, mahasiswa Riau yang berada di Kota Solo mendapatkan jatah sebanyak 20 kursi, sedangkan mahasiswa di Malang memperoleh kuota 10 kursi.
“Dengan pembagian tersebut, kami berharap seluruh perwakilan daerah bisa ikut serta sehingga kuota 90 peserta dapat terpenuhi,” tambah Rafsan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau yang telah menghadirkan program Balek Besamo bagi mahasiswa perantauan. Menurutnya, program ini sangat membantu mahasiswa yang ingin pulang kampung menjelang Lebaran namun terkendala biaya perjalanan.
“Terima kasih kepada Pemprov Riau. Pulang kampung dengan suasana kebersamaan seperti ini jarang kami rasakan di perantauan,” ujarnya.
Rafsan menilai program mudik gratis ini tidak hanya meringankan beban ekonomi mahasiswa, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan sesama pelajar Riau yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Kami semua bersyukur karena mudik gratis ini sangat membantu mahasiswa yang ingin pulang, tetapi memiliki keterbatasan biaya,” pungkasnya. (***)