Festival Layang-Layang Siak 2026 Hidupkan Tradisi, Meriahkan Kota, dan Gerakkan UMKM

Ahad, 08 Februari 2026 | 08:52:56 WIB

SIAK - Langit Kota Siak tampak lebih semarak sejak Jumat (6/2/2026). Puluhan layang-layang beraneka warna dan bentuk menghiasi udara, menari mengikuti hembusan angin, menandai dimulainya Festival Layang-Layang 2026 yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Siak.

Festival yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (8/2/2026) ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi, olahraga masyarakat, pariwisata, dan geliat ekonomi lokal. 

Sejumlah titik strategis di Kota Siak dipadati peserta, penonton, serta pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar arena perlombaan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Siak Afni Zulkifli, Ketua KORMI Siak Sujarwo, unsur Forkopimda, Kapolsek Siak, perwakilan Kejaksaan dan TNI, serta Ketua KORMI Kabupaten Kuantan Singingi. Kehadiran para pejabat daerah menambah semarak sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian olahraga tradisional.

Ketua KORMI Siak Sujarwo mengatakan, Festival Layang-Layang 2026 merupakan wujud komitmen KORMI dalam menjaga permainan rakyat agar tetap hidup dan diminati generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi.

“Permainan layang-layang adalah bagian dari identitas masyarakat Siak. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi olahraga masyarakat yang mengandung nilai kebersamaan, kreativitas, dan kearifan lokal,” ujar Sujarwo.

Tak hanya soal budaya, festival ini juga dirancang memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Sepanjang lokasi kegiatan, deretan stan UMKM tampak ramai dikunjungi pengunjung yang datang bersama keluarga.

“Kami memilih beberapa lokasi berbeda agar perputaran ekonomi lebih luas. UMKM bergerak, masyarakat ramai, dan Siak semakin dikenal sebagai daerah yang kaya budaya,” tambahnya.

Perlombaan digelar di lapangan belakang RSUD Siak, kawasan depan Istana Siak, serta Taman Singapur Siak. Sementara babak final dipusatkan di lapangan belakang RSUD Siak yang sejak pagi dipadati peserta dan penonton. 

Pemilihan lokasi-lokasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi promosi wisata daerah.

Sebanyak tujuh kategori layang-layang tradisional diperlombakan dengan total ratusan peserta. Kategori Sawai diikuti 174 peserta, Sampek 64 peserta, Layang Dandan 16 peserta, Layang Pegon 16 peserta, Wau Kuaw 21 peserta, Ram-Raman 5 peserta, serta Layang Lampu 12 peserta.

Khusus kategori Layang Lampu, perlombaan digelar hingga malam hari. Cahaya lampu yang menghiasi layang-layang menciptakan pemandangan unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memadati arena hingga larut.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini membuktikan olahraga masyarakat masih diminati dan sangat layak dikembangkan sebagai agenda rutin tahunan,” kata Sujarwo.

Festival Layang-Layang Siak 2026 secara resmi dibuka oleh Bupati Siak Afni Zulkifli. Ia mengapresiasi KORMI Siak atas konsistensinya menghidupkan permainan tradisional dan menjadikannya bagian dari pembangunan daerah.

“Layang-layang adalah permainan rakyat yang sarat nilai budaya. Pemerintah Kabupaten Siak sangat mendukung kegiatan seperti ini karena sejalan dengan pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata,” ujar Afni.

Menurutnya, festival ini juga menjadi ruang kebersamaan dan hiburan sehat bagi masyarakat.

“Festival ini menghidupkan ruang publik, memperkuat interaksi sosial, sekaligus mendorong ekonomi masyarakat. Inilah wajah pembangunan yang kita harapkan,” tambahnya.

Pembukaan festival ditandai dengan penandatanganan layang-layang bergambar Bupati dan Wakil Bupati Siak, yang kemudian diterbangkan ke udara sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian perlombaan.

Dengan dukungan pemerintah daerah serta antusiasme masyarakat yang tinggi, Festival Layang-Layang Siak 2026 diharapkan dapat menjadi agenda unggulan tahunan yang memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal. (***)

Terkini