Jalur Bukittinggi–Maninjau Terputus Akibat Longsor dan Banjir Bandang di Agam

Senin, 29 Desember 2025 | 08:20:43 WIB

AGAM — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Agam sejak Minggu siang memicu rentetan bencana alam, mulai dari tanah longsor hingga banjir bandang, di sejumlah wilayah. Peristiwa ini kembali mengganggu aktivitas warga dan memutus akses vital antardaerah.

Salah satu kejadian paling parah terjadi di Sungai Landia, Kelok Marcedes, Kecamatan IV Koto, Minggu sore (28/12/2025). Material longsor berupa tanah, batu, dan batang kayu besar menutup badan jalan utama Bukittinggi–Maninjau, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total.

Dari dokumentasi di lokasi, terlihat sebuah mobil Suzuki APV terjebak di tengah timbunan material longsor dan lumpur tebal. Sejumlah warga mengenakan jas hujan tampak berupaya membantu evakuasi kendaraan, sementara arus air berlumpur masih mengalir deras di sekitar lokasi.

Longsor tidak hanya terjadi di satu titik. Di jalur alternatif Bukittinggi–Maninjau via Panta, longsor juga dilaporkan terjadi di Kampung Pisang, yang turut menyebabkan akses jalan terputus.

Tak hanya longsor, banjir bandang juga kembali melanda wilayah Jorong Bancah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Air bercampur lumpur dan material kayu dilaporkan menerjang kawasan permukiman, mengulang kejadian serupa yang sebelumnya pernah terjadi di lokasi tersebut.

Banjir juga dilaporkan terjadi di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Genangan air menghambat aktivitas warga dan meningkatkan kekhawatiran akan potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.

Perlu diketahui, seluruh titik longsor dan banjir bandang ini merupakan lokasi rawan dan titik susulan, yang sebelumnya telah terdampak bencana serupa. Kondisi tanah yang labil serta curah hujan tinggi dinilai memperbesar risiko kejadian berulang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun dampak kerusakan infrastruktur dan gangguan mobilitas masyarakat cukup signifikan. Aparat dan instansi terkait masih melakukan pemantauan serta upaya penanganan darurat di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur rawan longsor seperti Bukittinggi–Maninjau, serta menghindari perjalanan jika kondisi cuaca memburuk. ***/(Wyu)

Terkini